Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Berhasil Meraih Posisi sebagai Juara ke-2 dan Mendapat Predikat Best Costume atau Kostum Terbaik dalam Lomba Story Telling Tingkat Nasional di Cepu, Blora, Jawa Tengah


Mahasiswa jurusan Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk pertama kalinya membuktikan kemampuannya dan berhasil menorehkan prestasi di kancah Nasional. Mahasiswa tersebut ialah Fachri Hamzah Pangestu yang sukses pada acara Youth English Challenge (YEC) 2018 yang dilaksanakan pada Jumat-Sabtu (20-21) April kemarin.

Fachri, nama panggilannya berhasil meraih posisi sebagai juara ke-2 pada cabang lomba Story Telling dengan rincian score sebagai berikut: Story 55, Pronounciation 25, Vocabularies 25, Fluency 27, Gesture & Mimic 28, Intonation 25, Interaction 26, Volume 27, dan Costume 28 dengan jumlah score 268 dari maksimal score 300. Ia juga berhasil mendapatkan predikat best costume atau kostum terbaik karena kostum yang ia gunakan pada saat hari perlombaan sangat unik dan totalitas.

Perlombaan Youth English Challenge (YEC) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Politeknik Energi & Mineral (PEM) Akamigas, Cepu mengangkat tema besar “Light Up The Future” yang diikuti oleh sekitar 15 perguruan tinggi dan 60 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Fachri, untuk mengikuti lomba story telling ini ia membawa nama UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), yaitu UKM SPBA (Studi dan Pengembangan Bahasa Asing). Semua persiapan seperti cerita yang akan dibawakan, kostum, properti dan lain-lain sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari sebelum perlombaan agar bisa tampil maksimal ketika hari perlombaan. 1 bulan sebelum hari perlombaan dimulai, ia rutin mengikuti latihan yang dilaksanakan setiap 1 minggu 3/4 kali guna mempersiapkan diri sebelum bertempur di medan perlombaan. Dengan usaha yang sungguh-sungguh dan atas izin dari Allah SWT, ia berhasil mendapatkan posisi sebagai juara ke-2 dalam kompetisi yang bergengsi ini. Ia juga megatakan bahwa niatnya mengikuti lomba story telling ini ialah untuk beribadah dan untuk belajar, kalau diniati untuk menang, pasti akan sangat kecewa kalau misalkan ia tidak berhasil menang dalam perlombaan ini.

“Pelajaran yang saya dapat dari perlombaan kemarin membuat saya menyadari bahwa di atas langit masih ada langit. Masih banyak orang di luaran sana yang bahasa Inggrisnya lebih jago dari saya, yang membedakan saya dengan mereka hanyalah keberuntungan. Bagus-bagus semua, yang beda hanya beruntung dan tidak. Saya sudah sering mengikuti lomba Story Telling sejak masih duduk di bangku SMP hingga SMA, dan ketika duduk di bangku perkuliahan, semuanya itu berbeda, bukan seperti pada saat SMP dan SMA lagi. Itu membuktikan bahwa ilmu itu tidak begitu-begitu saja, ilmu itu terus berputar, terus berkembang. Saya belajar banyak dari sana, saya selalu ingat salah satu quotes yang selalu memotivasi saya yaitu “Pengalaman adalah Guru Terbaik”, menang atau kalah, pengalaman itu mahal harganya.” Kata Fachri.


Fachri, salah satu anggota dari Divisi Inggris UKM SPBA berpesan agar seluruh mahasiwa harus selalu memliki sifat optimis dan harus selalu berani untuk mencoba. Karena orang yang benar-benar gagal ialah bukan orang yang selalu mencoba namun ia selalu gagal, namun orang yang benar-benar gagal ialah orang yang tidak pernah mau mencoba. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan ke Negara 2 Benua: Mengasah Kemampuan dan Pengetahuan

Istanbul Youth Summit Sebagai Ajang Pengembangan Kepemimpinan

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Juara I Insya’ Bahasa Arab Tingkat Nasional di Cirebon