Kunjungan ke Negara 2 Benua: Mengasah Kemampuan dan Pengetahuan

 

Pengalaman yang ditorehkan oleh salah satu angoota SPBA Alif Fathullah di kancah internasional beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 22-29 Januari 2021 di negara 2 benua Turki memberikan motivasi kepada kita semua. Ia berhasil lolos seleksi program International Youth Leader dengan melalui berbagai tahap, mulai dari pemberkasan seperti CV, esai, dan pelampiran sertifikat untuk menambah nilai, serta tahap interview.

“Event International Youth Leader, semacam leadership camp. Kegiatannya fokus pada pengembangan kepemimpinan, sesuai namanya. Agendanya seperti membangun relasi dengan warga/pelajar setempat, observasi lapangan ke industri kulit, pernak pernik, food and drink, historical study ke tempat-tempat bersejarah, discuss dan sharing bersama peneliti luar, dan dengan pelajar Indonesia yang sedang mengambil studi disana.” Jelas Alif ketika dihubungi oleh tim pers SPBA.

Kegiatan International Youth Leader yang dilakukan selama kurang lebih seminggu tersebut memberikan kesan tersendiri bagi Alif, mulai dari hari 1-4 melakukan observasi lapangan hingga hari ke 5-8 agenda seperti discuss (termasuk dengan KBRI Ankara), sharing, presentation dan khataman. Dengan persiapan yang panjang sejak November 2020 lalu, ia beserta delegasi lainnya menelusuri tempat-tempat bersejarah untuk dipesentasikan korelasinya dengan nilai-nilai  Al-Qur’an tentang apa yang ditemukan di tempat-tempat tujuan sesuai jenisnya. “Oh iya, karena main programnya basically mengusung tentang hifdzul qur’an, jadi ada satu agenda utama yakni tilawah dan khataman Al-Qur’an di Hagia Sophia. Jadi penyelenggara sangat memprioritaskan para pelajar/mahasiswa penghafal Al-Qur’an, berapa pun hafalan mereka. Tapi karena pada intinya menitikberatkan leadership capability/experience, jadi semua agendanya tetap fokus pada apa yang sudah disebut tadi. Atau singkatnya , program kepemimpinan bagi para penghafal Al-Qur’an. Jadi tidak full diisi dengan kegiatan ke-qur’an-an saja.” Ujar Alif memaparkan pengalamannya.

Lebih lanjut, Alif membagikan pengalamannya mengenai korelasi yang ia fokuskan. Seperti memperluas relasi baik dengan sesama delegasi maupun orang lokal disana, yang mana sesuai dengan QS.49:13. “Dan tentunya itu semua harus dibarengi dengan sikap ‘rahmah’ yg menumbuhkan ukhuwah sesama muslim dan manusia umumnya. Banyak hal yg bisa dipelajari dari negara Turki. Meski setiap negara pasti memiliki budaya yang berbeda.”

Alif sendiri tertarik dengan kekhasan negara Turki karena sikap mereka yang dinamis dan disiplin, khususnya yang tinggal di kawasan Istanbul, dan seterusnya. “Manajemen waktu ala Eropa begitu terasa. Sikap mereka juga cukup ramah terhadap siapapun, termasuk WNI. Secara garis besarnya, Turki yg merupakan tempat bersejarah wilayah kekuasaan daulah islam terakhir yang ada di bumi, masih banyak menerapkan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-harinya, terutama yang berasal dari tradisi Utsmani. Tapi tidak dapat dipungkiri jikalau banyak dari mereka yang Islam secara identitas saja, apalagi budaya mereka campuran Asia dan Eropa. Semakin ke barat semakin terasa ‘sekular’ nya.”

Alif berkata, jika diberikan kesempatan untuk kembali ke negara 2 benua tersebut ia tentu akan mengambilnya. Selain untuk menambah relasi, pengetahuan dan worldview, evaluasi dan improvisasi terhadap kompetensi leadership, bekal untuk negara asal, melatih bahasa internasional, serta riwayat perjalanannya, Alif tertarik dengan sejarah dari negara Turki secara khusus.

“Motivasi simpel saja, setiap orang punya kesempatan untuk meraih apa yang dia inginkan, jadi teruslah bergerak. Pasti ingat dengan mahfuzot ini, ‘jikalau ilmu didapat dengan menghayal, tidak akan ada orang bodoh di muka bumi. Intinya bergerak. Ingin tau sesuatu atau ingin mendapat sesuatu ya harus bergerak mewujudkan. Jangan diam. Pandai-pandai mempersiapkan diri. Bebaslah menulis visi, misi, tujuan, impian, tapi jangan lupa persiapan. Asah kemampuan. Cari kesempatan, kenali ciri-cirinya. Manfaatkan, perjuangkan. Dan pasti kunci utamanya doa, tawakkal. Allah yang Maha Kuasa.”

---

Salam, Tim Pers SPBA

Komentar

  1. Cakep banget nih tulisannya 😻 Enak banget dibacanya, ngaliiiir gitu.
    Keep up with the great contents 🎉

    Sudah bagus, dan semoga ke depannya kontennya tidak hanya bagi pengalaman saja ya kak, tapi sekali tips nulis CV dan esainya juga hihi 😆

    BalasHapus
  2. Great experience...Semoga SPBA makin maju ke depan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istanbul Youth Summit Sebagai Ajang Pengembangan Kepemimpinan

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Juara I Insya’ Bahasa Arab Tingkat Nasional di Cirebon