Istanbul Youth Summit Sebagai Ajang Pengembangan Kepemimpinan

 


        Salah satu anggota keluarga UKM SPBA kembali menorehkan prestasi di negara 2 benua, Turki, tepatnya di kota Istanbul atau yang terkenal dengan kota Konstatinopel. Neilta Melkiati melalui keikutsertaannya di konferensi internasional Istanbul Youth Summit yang diinisiasi oleh Youth Break the Boundaries pada tanggal 22-25 Maret 2021 lalu tidak hanya sekedar menjadi delegasi tetapi ikut pula berkontribusi untuk menyiapkan masa depan bangsa Indonesia bersama ratusan delegasi lainnya.

        Dengan tema “Public Leadership Through the Crisis,” Neilta memilih sub tema Government untuk menjadi bahan essay ketika mengikuti seleksi Istanbul Youth Summit pada bulan September 2020 lalu. Ada 6 sub tema yang menjadi fokus pada konferensi ini, yaitu Government, Education, Environment, Social, Health, dan Economy dimana setiap peserta harus memberikan solusi bagaimana peran calon pemimpin seharusnya agar tidak terjadi krisis pada masa mendatang yang harapannya dapat menjadi bekal untuk pemuda.

        Acara yang berlangsung selama empat hari tersebut memberikan kesan tersendiri bagi Neilta. Hari pertama agenda diisi dengan Cultural Night dan Gala Dinner, Neilta menggunakan pakaian adat Dayak dari Kalimantan. Hal ini membuatnya bersyukur karena dapat memperkenalkan langsung pakaian daerahnya pada manca negara. Kemudian dilanjutkan dengan hari kedua yang berisi agenda Opening Ceremony dan International Symposium dimana para delegasi dapat berdiskusi langsung dengan para Keynote Speaker mengenai masalah yang dihadapi dunia saat ini. Pada hari ketiga inilah yang menurut Neilta hari yang paling berkesan karena dapat mempresentasikan project yang telah disiapkan bersama timnya mengenai “Pendidikan Kontekstual” atau “Context to Edu” sejak jauh hari sebelum agenda berlangsung. Context to Edu berbicara tentang penyelesaian masalah pendidikan dan akan lebih memaksimalkan peran para guru sehingga terusunglah solusi untuk membentuk “Guru Penggerak” yang berbeda dengan program dari Kemendikbud. Program ini tidak memiliki syarat khusus dan tentunya lebih mudah dijangkau masyarakat serta para guru yang ingin belajar lagi. Tibalah pada hari terakhir agenda yang diisi dengan Closing Ceremony and Awardee.

        Mengenai kegiatan yang diikuti Neilta di masa pandemi merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa selain mendapat ilmu dan pengalaman, belajar dari keindahan kota Konstatinopel yang ditaklukkan oleh Muhammad Al-Fatih, semua dapat menjalin silaturahmi. Dan harapannya agar semua pemuda di dunia dapat terus bergerak membawa nama baik negara masing-masing khususnya pemuda-pemudi Indonesia. Neilta berpesan jika memiliki mimpi besar maka jangan takut untuk memperjuangkannya. Memang berat tetapi hasilnya akan sangat manis dengan tetap berpegang teguh pada pendirian serta jangan lupa bahwa yang memiliki kehendak hanya Allah semata, maka mintalah pada Yang Kuasa.

---

Salam, Tim Pers SPBA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan ke Negara 2 Benua: Mengasah Kemampuan dan Pengetahuan

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Juara I Insya’ Bahasa Arab Tingkat Nasional di Cirebon